Senin, 03 September 2012

Misteri Ratu Tercantik SeJagad Raya "Balqis"

Ratu Balqis; nama yang –saya yakin-- sudah tidak asing lagi di benak Anda. Bisa dibilang, Ratu Balqis sudah menjadi legenda yang diceritakan turun temurun dalam berbagai risalah Nabi, khususnya Nabi Sulaiman. Setiap Anda membaca cerita tentang Nabi Sulaiman, maka tentu Anda akan menemukan sosok Balqis dalam kisah kehidupan beliau (Nabi Sulaiman). Ada yang menyebutkan bahwa Ratu Balqis adalah isteri dari Nabi Sulaiman? Benarkah demikian? Dan ada pula yang mengatakan bahwa Ratu Balqis adalah sosok pemimpin perempuan yang sangat adil di sebuah negeri bernama “Saba’”? Benarkah?
Jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut hingga saat ini belum juga mencapai titik final. Artinya, ada banyak sekali versi kisah tentang sejarah Ratu Balqis. Dan bahkan, kisah-kisah tentang Ratu Balqis masih menjadi misteri dan menimbulkan kontroversi. Saya mengatakan ‘kontroversi’ karena pada kenyataannya ada banyak sekali kisah yang menceritakan sosok Ratu Balqis dalam versi berbeda. Itu artinya, perbedaan versi cerita telah menimbulkan kontroversi sehingga menimbulkan tanda tanya besar dalam benak kita; siapakah sebenarnya Ratu Balqis?
Membicarakan tentang Ratu Balqis, berarti harus juga membicarakan tentang Nabi Sulaiman dan Negeri Saba’. Mengapa? Karena keduanya (Nabi Sulaiman dan Negeri Saba’) memiliki kaitan erat dengan perjalanan hidupnya (Ratu Balqis). Di satu sisi Ratu Balqis dikenal sebagai Ratu negeri Saba’, sedangkan di sisi lain Ratu Balqis menyatakan “keislaman”nya sejak bertemu dengan Nabi Sulaiman. Karena alasan sederhana inilah, maka pembahasan tentang Ratu Balqis tidak bisa dilepaskan dari pembahasan tentang Nabi Sulaiman dan Negeri Saba’.
Ratu Balqis adalah sosok hebat pada masanya. Ia dikenal sebagai satu-satunya pemimpin perempuan (jika boleh dibilang; ia adalah pemimpin perempuan pertama dalam Islam) yang berhasil memberikan kesejahteraan kepada negerinya, yakni Negeri Saba’. Di bawah kekuasannya, kaum Saba’ ternyata dapat hidup dengan makmur, rezeki yang berlimpah, kebahagiaan, dan kesejahteraan. Maka tak heran jika Ratu Balqis disebut-sebut sebagai pemimpin yang adil.
Kehebatan Ratu Balqis juga dapat dibuktikan dengan diabadikannya namanya di dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam surat An-Naml [27]. Dengan demikian, nama Ratu Balqis telah tercatat dalam “kitab sejarah” yang abadi, Al-Qur’anulkarim. Dari sini, kita dapat melihat sosok Ratu Balqis. Mengenai hal ini, Allah Swt. berfirman;
Artinya: “Sesungguhnya Aku menjumpai seorang wanita (yaitu ratu Balqis yang memerintah kerajaan Sabaiyah di zaman nabi Sulaiman) yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.” (QS. An-Naml [27]; 23)
Inilah salah satu ayat dalam Al-Qur’an yang menggambarkan tentang sosok Ratu Balqis. Dari ayat tersebut, secara sepintas kita bisa melihat bahwa Ratu Balqis adalah seorang ratu (pemimpin) yang memiliki kerajaan (singgasana) yang besar di negeri Saba’. Dengan kata lain, kepemimpinannya telah diakui secara nyata oleh Al-Qur’an.
Mungkin Anda (pembaca) sudah tahu atau pernah mendengar bahwa Ratu Balqis hidup sezaman (semasa) dengan Nabi Sulaiman. Siapa yang tidak mengenal Nabi Sulaiman? Beliau adalah pemilik tahta terbesar di jagad raya. Kekuasaannya sangat luas dan besar. Beliau tidak hanya memerintah manusia di bumi, melainkan juga jin, hewan, setan, dan bahkan gunung pun takluk padanya. Allah Swt. menganugerahkan kepadanya kekuasaan yang tiada batasnya. Dengan demikian, pada masa itu terdapat dua Raja dan Ratu yang memiliki singgasana dan kekuasaan yang besar. Mereka adalah Ratu Balqis dan Raja Sulaiman.
Siapakah Ratu Balqis? Apa hubungan antara Ratu Balqis dengan Nabi Sulaiman? Bagaimana mereka bisa bertemu? Seperti apa kekuasaannya (Ratu Balqis) di negeri Saba’ itu? Dan dimanakah bekas lokasi mereka saat ini?
Berawal dari pertanyaan-pertanyaan di atas, saya mencoba sedetil mungkin menggambarkan sosok Ratu Balqis dalam buku ini. Meskipun buku ini secara garis besar membahas tentang sosok Ratu Balqis dalam lintasan sejarah, namun saya menyajikan pembahasan ini dengan bahasa yang lugas, popular, dan ringan. Dengan demikian, buku ini dapat dinikmati oleh siapa saja yang ingin dan tertarik mengetahui misteri dibalik kehidupan seorang Ratu bernama Balqis.
Sampai saat ini, buku-buku yang menyajikan tema serupa masih belum banyak. Itu artinya, keberadaan buku ini adalah untuk menambah khazanah pengetahuan dan referensi kita semua tentang sosok fenomenal Ratu Balqis. Yang menjadi focus pembahasan di sini adalah Ratu Balqis. Adapun pembahasan tentang Nabi Sulaiman dan Negeri Saba’ merupakan pembahasan yang sifatnya mendukung saja. Artinya, pembahasan ini akan sedikit menyinggung tentang Nabi Sulaiman dan Negeri Saba’, dimana Ratu Balqis hidup di dalamnya.
Satu catatan penting yang ingin saya sampaikan kepada pembaca sekalian, bahwa kebenaran tentang sosok Ratu balqis yang dijelaskan secara detil dalam buku ini tidaklah absolute atau mutlak. Sebab, pembahasan ini menyangkut dengan pelaku sejarah. Dan sejarah itu dapat berubah seiring ditemukannya fakta-fakta dan data-data baru mengenainya. Untuk itu, apabila Anda memiliki keyakinan atau pemahanan yang berbeda dari buku ini berdasarkan berbagai literature atau fakta atau data yang berbeda pula tentang sosok Ratu Balqis, maka itu adalah sesuatu yang wajar dan lumrah.
Akhirnya, semoga buku ini dapat menambah wawasan Anda dan juga dapat menjadi referensi pelengkap dalam memahami sosok Ratu Balqis. Selamat membaca!
Add to Cart

4 komentar:

berarti islam sudah ada dijaman nabi sulaiman?.. baru tahu nih..

jangankan Nabi Sulaiman, Nabi Adam AS, manusia pertama aja agamanya Islam

agama Islam itu ada setelah dibawa Nabi Muhammad, namun agama nabi dan rasul sebelumnya adalah agama2 samawi, tapi masih agama Tauhid yang sama dengan Islam mengesakan Alloh swt..

ssalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh,
Sebagaimana kita tahu bahwa setiap kali Allah SWT mengutus seorang nabi, isi detail aturan syariatnya mungkin saja bervariasi. Tiap umat telah diberikan syariat masing-masing, kecuali setelah datangnya nabi Muhammad SAW, semua risalah itu kemudian di-nasakh dan diganti dengan risalah yang bersifat universal.

Namun apa yang Anda pikirkan itu benar dalam arti kata yang umum. Sebab semua agama yang dibawa oleh para nabi itu berasal dari Allah SWT juga. Semua merupakan sebuah rangkaian ajaran Islam. Bahkan di dalam Al-Quran kita membaca dengan jelas penyebutan agama para nabi, yaitu mereka beragama Islam.

1. Nabi-nabi Beragama Islam

Bahkan beberapa nabi sebelum datangnya Rasulullah SAW menamakan agama mereka dengan sebutan Islam juga.

a. Nabi Ibrahim Beragama Islam

Nabi Ibrahim alaihissalam sebagai ayah dari banyak nabi beragama Islam. Beliau bukan seorang yahudi dan juga bukan seorang nasrani. Beliau beragama Islam.

Sebagaimana Allah SWT menyebutkannya di dalam Al-Quran Al-Kariem.

ما كان إبراهيم يهوديًا ولا نصرانيًا ولكن كان حنيفًا مسلمًا وما كان من المشركين

Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi seorang muslim . Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.

Nabi Ibrahim sendiri yang menegaskan bahwa dirinya adalah seorang pemeluk agama Islam, sebagaimana termaktub di dalam Al-Quran:

إذ قال له ربه أسلم قال أسلمت لرب العالمين، ووصى بها إبراهيم بنيه ويعقوب: يا بني إن الله اصطفى لكم الدين فلا تموتن إلا وأنتم مسلمون

Ketika Tuhannya berfirman kepadanya, BerIslam-lah ! Ibrahim menjawab, Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam. Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub., Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.

Sebagai ayah dari para nabi, beliau telah menamakan kita dengan sebutan muslimin. Di dalam Al-Quran, perkataan beliau diabadikan:

وجاهدوا في الله حق جهاده هو اجتباكم وما جعل عليكم في الدين من حرج ملة أبيكم إبراهيم هو سماكم المسلمين من قبل وفي هذا

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. agama orang tuamu Ibrahim. Dia telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan dalam ini…

b. Nabi Musa beragama Islam

يا قوم إن كنتم آمنتم بالله فعليه توكلوا إن كنتم مسلمين

Berkata Musa, Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang muslim .

c. Hawariyun Shahabat Nabi Isa Beragama Islam

آمنا بالله وأشهد بأنا مسلمون

.Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang muslim .

d. Penyihir Fir’aun Beragama Islam

ربنا أفرغ علينا صبرًا وتوفنا مسلمين

Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami. , Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan muslim .

e. Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis Beragama Islam

ألا تعلو عليّ وأتوني مسلمين

Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai muslim .

2. Para Nabi Satu Rangkaian Agama

Bahkan rangkaian para nabi dan rasul itu diibaratkan seperti serombongan orang yang membangun sebuah bangunan. Di mana masing-masing bekerja sesuai porsinya dan paling akhir yang menyempurnakan bangunan itu adalah nabi Muhammad SAW.

3. Para Nabi Bersaudara

Dalam sebuah hadits yang disepakati keshahihannya oleh Al-Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa sesungguhnya pada nabi itu bersaudara.

ا